Indonesia Traveling

Desa Sade Lombok, Desa Tradisional Dengan Adatnya Yang Unik

on
24 Juni 2021

Desa Sade Di Lombok

Desa Sade merupakan desa budaya yang ada di Lombok. Penduduk yang tinggal di sini di sebut suku Sasak. Di tengah moderinsasi suku Sasak ini masih berpegang teguh dengan adat dan tradisi nenek moyang. Banyak hal unik yang dapat kita ketahui saat berkunjung ke desa Sasak Sade. Hebatnya walau berada di tengah kota yang sekelilingnya sudah sangat modern, desa Sade ini tetap berpegang teguh dengan adat istiadat dan gaya tradisionalnya. Berikut beberapa hal unik yang ada di desa Sade Lombok.

1.Rumah Adat Sasak

Seluruh rumah di desa ini masih tradisional, rumahnya beratap jerami, berdinding anyaman bambu, dan lantainya terbuat dari campuran tanah liat dan sekam padi. Walaupun demikian rumah adat ini dapat bertahan dan tetap berdiri kokoh walau di guncang gempa.

Rumah ini masih sama seperti rumah pada umumnya yang memiliki dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Walaupun masih kental adat istiadatnya warga desa sasak tetap berpegang teguh pada agamanya yaitu agama islam.

Rumah di Desa sade

Dapur Di Dalam Rumah

Atap rumah disini sengaja di buat sedikit rendah, bukan tanpa alasan, hal ini bermaksud agar setiap ada orang yang ingin bertamu ketika masuk ke dalam rumah akan sedikit menundukan kepalanya. Maknanya sebagai tanda salam sopan dan menghormati si pemilik rumah.

desa sade

Atap Rumah Desa Sade Yang Sengaja Di Buat Lebih Rendah

2. Membersihkan Lantai Menggunakan Kotoran Sapi/Kerbau

Uniknya warga desa Sasak membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau, hal ini bertujuan agar lantai rumah tetap kokoh dan tidak retak. Benar saja saat berkeliling rumah di desa sasak semua lantai rumah terlihat kokoh dan bersih. Eitss tenang tenang walaupun membersihkannya menggunakan kotoran kerbau saat kita berkunjung tidak ada aroma bau kotoran kerbau kok.

3. Wanita Suku Sasak Wajib Bisa Membuat Kain Tenun

Ketika wanita suku sasak di desa Sade sudah beranjak dewasa wajib bagi wanita untuk bisa membuat kain tenun. Hal tersebut di wajibkan karena mata pencaharian wanita di desa sade adalah membuat kain tenun yang nantinya akan di jual kepada wisatawan yang berkunjung. Wanita suku sasak tidak diperbolehkan bekerja di luar desa, nantinya yang akan bekerja adalah suaminya, sebagian besar mata pencaharian pria di desa Sade sebagai nelayan.

4. Sebelum Menikah Wanita Akan Di Culik Oleh Keluarga Pria

Eitss tenang dulu maksud di culik ini bukan merupakan hal yang kriminal seperti yang ada di berita-berita di tv atau di sinetron hahaa. Sebelum menikah wanita akan di culik oleh keluarga pria. Maksud di culik di sini yaitu wanita akan di ajak oleh keluarga pria ke rumahnya sebagai tanda bahwa wanita tersebut mau di nikahkan dengan si pria tersebut, setelah itu keluarga pria akan mendatangi keluarga wanita untuk meberi informasi bahwa anaknya telah di culik. Setelah mendapat persetujuan dari keluarga wanita nantinya si wanita tersebut akan di pulangkan ke rumahnya sampai menunggu waktu pernikahan tiba.

Uniknya persiapan pernikahan di desa ini tidak seperti pada umumnya. Di desa sade tidak ada lamaran, seserahan, mas kawin, meminang aplagi acara nikah pake dekorasi, semua hal itu di anggap melanggar adat.

5. Pohon Cinta
Pohon Cinta Desa Sade Lombok

Pohon Cinta Di Desa Sasak Sade

Di desa Sade ada pohon yang berdiri kokoh di tengah-tengah desa, uniknya pohon tersebut tidak tumbuh daun dan buah hanya batang pohon saja, pohon tersebut di namkan pohon cinta. Di namakan pohon cinta karena tempat ini dijadikan tempat pertemuan pemuda pemudi suku sasak yang akan menikah, calon pengantian akan janjian gitu dehh di tempat ini ceileehh kaya jaman abg yaa pake janjian hehee.

6. Souvenir Khas Lombok Yang Di Jual Sepanjang Desa

Saat berkunjung ke desa Sade kita akan melihat warga desa sade membuka lapak dagangan souvenir khas Lombok yang dibuat sendiri (Hand Made). Banyak yang bisa kita pilih, ada kain tenun, gelang, ikat kepala, baju etnik dan masih banyak lagi. Kain tenun di sini di buat masish dengan cara tradisional, kita bisa melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun. Benangnya pun masih di buat dengan cara tradisional menggunakan kapas dan pewarna alami.

Sejarah Desa Sade

Pembuatan Benang Dengan Alat Tradisional

Tidak hanya membeli souvenir kita juga bisa mencoba menenun secara langsung, kalau mau coba gratis kok. Di sini kita juga bisa berfoto menggunakan baju adat etnik Lombok, untuk berfoto menggunakan baju adat bisa sewa dengan harga Rp.20.000.

Mencoba Belajar Menenun

Saat berkunjung ke desa Sade usahakan untuk membeli souvenir atau oleh-oleh di sana yaa. Karna penghasilan wanita warga desa sade hanya dari hasil penjualan souvenir saja, dengan begitu sama saja kita membantu perekonomian warga desa sade. Tenang aja harganya masih terjangkau kok dan masih bisa di tawar lohh. Kalian ga usah sungkan untuk menawarnya justru penjual di sana senang loh kalau barang dagangannya di tawar, semua penjualnya ramah.

Baca Juga : Wisata Di Lombok 

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

St.Mutmainah
Indonesia

Panggil aja INA or Kemux . Suka Makan suka Jalan Stay di Jakarta . Mari berteman :D

SEKILAS

Coretan cerita perjalanan dan sharing kehidupan,

serta berbagi pengalaman.

Silakan di comment kasih masukan,

karna kritik dan saran bisa kujadikan pembelajaran :).

Trimakasih sudah mau mampir di blogku 😀